Sunday, February 21, 2016

Stop Hating, Start Spreading Love and Peace!


Sometimes, i'm so confused why people prefer to take care of others than theirselves. Whereas, their own selves need more attention than people that they 'care' about. Well, in this case, 'care' that i mean is the care who is not the actual care. I guess you guys understand. 

Yes, it happens to me. Aku suka gak ngerti aja, padahal aku ngerasa gak punya salah sama orang lain, tapi kenapa sometimes i feel like people spread hatred to me. Tapi, aku selalu positif thinking, it means aku spesial banget ya sampe membuat orang lain waste their time just to talk about myself. Aku ngerasa istimewa banget, ini serius. Gimana nggak? Dia selalu memperhatikan every single detail about me yang bahkan aku aja acuh tak acuh mengenai hal itu. 

Satu hal lagi yang aku selalu tanamkan dipikiranku yang menurutku mungkin ini salah satu cara paling ampuh untuk jadi tameng diri aku sendiri agar tidak melakukan hal yang sama seperti mereka, "People hate you because you have something that they don't." It means bukannya i want to be a snob person atau aku mau sombong ke kalian, but its my own thought. Setiap orang pasti punya persepsi masing-masing, bukan? The reality is ternyata kita punya something yang ternyata mereka gak punya, entah karena mereka gak mampu atau ya emang sesuatu itu just not fit in them. Alright, i just want to remind you to be open-minded. Sesuatu itu bukan berarti material ya. Jangan selalu menafsirkan bahwa sesuatu itu harus selalu berhubungan dengan kuantitas saja. Maksudnya sesuatu itu ya bisa kelebihan aku, apa yang aku show on ke mereka, dan hal-hal lainnya.

Kenapa di statement aku tadi aku bilang sebagai tameng? Kalau aku melakukan hal yang sama seperti mereka, lalu apa bedanya aku dengan mereka? Nah, itulah yang membuat diriku selalu berpikir positif dan berusaha dalam menepis egoku sendiri untuk tidak mengikuti nafsu diriku sendiri dalam membenci orang lain, seperti halnya mereka. 

Intinya disini sih, self awareness aja. Kalian harus punya high self awareness untuk menghindari kalian mempunyai pikiran buruk terhadap orang lain seperti mereka.



Sebenarnya sih, menurut analisisku sendiri kebencian atau ketidaksukaan seseorang terhadap orang lain bisa disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu mungkin dia melihat langsung diri kita seperti apa yang kemudian akan menimbulkan impression mereka  mengenai diri kita tersebut, yang menurutku, jika ada sesuatu yang lebih dari kita sedangkan dia gak memiliki itu, timbulah kebencian. Tapi sebenarnya bukan hanya karena iri saja, terkadang mungkin attitude kita sendiri yang membuat mereka meng-impress buruk tentang kita. Faktor eksternalnya mungkin provokasi atau pengaruh orang lain yang biasanya dapat membuat kita terbawa kan arus kebencian tersebut. Padahal sih awalnya biasa aja. Ini yang bahaya. It means, kita udah membiarkan diri kita jatuh dan terperangkap dalam lubang kesesatan, yang salah satunya kebencian terhadap orang lain.

Ada cara yang ampuh untuk dapat berhenti membenci atau tidak menyukai seseorang karena faktor-faktor tersebut. Kalau dari pendapat pribadi aku sih, pertama, dari faktor internal, coba deh kita selalu punya persepsi don't jugde the book by its cover, berhenti buat kritikin orang karena penampilannya yang eye-catching, misalnya aja dia menggunakan make up, style-nya terlalu norak, ketika dia berbicara tuh gak enak didengar telinga, dia mukanya terlihat jutek, atau apapun yang kalian pikirkan sebelum kalian mengenal orang lain lebih jauh. Please, stop it. Berhenti juga untuk menilai seseorang karena misalnya aja dari tingkah lakunya, cara dia berbicara seperti apa, karena aku yakin semua orang punya style atau attitude masing-masing yang justru itu membuat mereka survive menjadi dirinya sendiri. Untuk apa sih berpura-pura menjadi orang lain untuk disegani orang? Aku lebih baik orang itu apa adanya tapi dibenci orang dari pada dia baik, disegani orang tapi sebenarnya dibalik sosok yang seperti itu tersimpan berjuta kejahatan dalam dirinya. Just be yourself aja despite you feel you’re not good enough and people still talk shit behind your back. But sometimes, jangan lupa juga untuk merubah diri kita menjadi lebih baik, bukan merubah diri kita dengan kepalsuan. See the difference?

Dari pada kalian menghabiskan waktu kalian untuk membenci orang-orang tersebut dengan menjadikannya topik gosip bersama teman kalian, mending mulai aja untuk lebih perhatikan diri kalian sendiri, dan coba imagine kalau diri kalian sendiri yang dilihat dari covernya saja oleh orang lain padahal kalian merasa bahwa apa yang mereka bicarakan tidaklah sesuai dengan kenyataannya. Apa kalian bisa terima itu? Karena menurutku masalah penampilan khususnya, itu sesuatu yang secara harfiah menjadi urusan individu masing-masing. Buat apa sih kita mengurusi orang lain? Lebih baik kan kita urusi saja diri kita supaya terlihat lebih baik di mata kita maupun orang lain. Setuju?

Sebagai solusi dari faktor eksternal yang berasala dari provokasi orang lain, Cobalah kalian jangan terlalu percaya dengan omongan buruk dari orang yang menyebutkan bahwa orang tersebut beginilah, begitulah. Cobalah mengenal lebih dekat orang tersebut, siapa tau saja ketika kalian sudah mengenal orang tersebut kalian menyesal pernah berbicara dan berpikiran buruk tentang mereka. 

Well guys, the point is you are not suppose to hate each other just because your own impression or even the others impression about them. Why should we spread hate while the world is missing the peace so much?

 Coba untuk melihat pada diri kita, intopeksi diri kita sendiri, apa kita sudah cukup sempurna untuk sembarangan menilai orang lain? Bukannya di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna? Bukanah setiap manusia sejatinya memiliki kekurangan?

Aku sadar sebenarnya aku juga belum terlalu baik, gak memungkiri mungkin aku pernah membenci seseorang dari first impression aku atau karena pengaruh orang lain, but i grow up. Aku belajar untuk dapat merealisasikan pernyataanku, sehingga pernyataanku bukan hanya menjadi kata-kata yang tersurat saja.

So,

Stop hating, start loving that you can start from knowing each other. 

"Saat orang berbicara mengenai kita, itu pertanda bahwa kita sudah berada jauh DI DEPAN mereka.
Saat orang berbicara merendahkan kita, itu pertanda bahwa kita sudah berada di tempat yang jauh LEBIH TINGGI dari mereka.
 Saat orang berbicara dengan nada iri mengenai kita, itu pertanda bahwa kita sudah jauh LEBIH SUKSES dari mereka.
Dan yang terakhir, saat orang bicara buruk mengenai kita, itu pertanda bahwa kehidupan kita sebenarnya jauh LEBIH INDAH dari pada mereka."

With love.

No comments:

Post a Comment